Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Sawahlunto International Songket Festival

Sawahlunto International Songket Festival

Sawahlunto International Songket Festival

Sawahlunto International Songket Festival atau biasa disingkat juga dengan SISCA sudah diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto, dan kegiatan ini akhirnya menjadi agenda tahunan. Kegiatan ini dimulai dengan pawai budaya yang menampilkan berbagai kreasi kain songket khas Silungkang dalam bentuk karnaval kesenian.

Sawahlunto International Songket Festival tidak hanya diikuti oleh warga Sawahlunto, pawai ini juga diikuti peserta dari berbagai daerah di antaranya Tanah Datar, Payakumbuh, Padang, Solok, dan Sijunjung. Bicara mengenai Songket, Songket adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu dan Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Songket digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. Benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang.

Songket merupakan jenis kain tenun tradisional masyarakat Minangkabau, Kain Songket biasanya digunakan untuk acara resmi, baik acara adat maupun acara pernikahan. Satu di antara kain tenun terkenal di Sumatera Barat adalah Kain Tenun Silungkang, yang berasal dari daerah Silungkang, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Ditinjau dari bahan, cara pembuatan, dan harganya, songket semula adalah kain mewah para bangsawan yang menujukkan kemuliaan derajat dan martabat pemakainya. Akan tetapi kini songket tidak hanya dimaksudkan untuk golongan masyarakat kaya dan berada semata, karena harganya yang bervariasi, dari yang biasa dan terbilang murah, hingga yang eksklusif dengan harga yang sangat mahal. Kini dengan digunakannya benang emas sintetis maka songket pun tidak lagi luar biasa mahal seperti dahulu kala yang menggunakan emas asli. Meskipun demikian, songket kualitas terbaik tetap dihargai sebagai bentuk kesenian yang anggun dan harganya cukup mahal.

Sejak dahulu kala hingga kini, songket adalah pilihan populer untuk busana adat perkawinan Melayu, Palembang, Minangkabau, Aceh dan Bali. Kain ini sering diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin wanita sebagai salah satu hantaran persembahan perkawinan. Pada masa kini, busana resmi laki-laki Melayu pun kerap mengenakan songket sebagai kain yang dililitkan di atas celana panjang atau menjadi destar, tanjak, atau ikat kepala. Sedangkan untuk kaum perempuannya songket dililitkan sebagai kain sarung yang dipadu-padankan dengan kebaya atau baju kurung.

 

About the Author
  1. Ahmad Reply

    Apa akan ada Festival Songket pada tahun 2018?

    mohon info.

    • admin Reply

      untuk 2018 blom ada info pak..kalau ada kami akan segera posting 🙂

Leave a Reply

*