Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

SUNTIANG MINANG

Suntiang MinangSuntiang Minang adalah hiasan kepala pengantin perempuan di Minangkabau atau Sumatra Barat. Hiasan yang besar warna keemasan atau keperakan yang khas itu, membuat pesta pernikahan budaya Minangkabau berbeda dari budaya lain di Indonesia. Perempuan minangkabau mesti bangga dengan budaya minangkabau, terutama soal pakaian pengantin. secara turun temurun, busana pengantin Minangkabau sangat khas, terutama untuk perempuannya, yaitu selain baju adat-nya baju kurung panjang dan sarung balapak, tak ketinggalan suntiang minang .

Saat ini, hiasan kepala “Suntiang Kambang” asal Padang Pariaman lah yang di lazim digunakan di Sumatera Barat. Padahal ada banyak bentuk hiasan kepala, ada yang berupa Sunting Pisang Saparak (Asal Solok Salayo), Sunting Pinang Bararak (Dari Koto nan Godang Payakumbuh), Sunting Mangkuto (dari Sungayang), Sunting Kipeh (Kurai Limo Jorong), Sunting Sariantan (Padang Panjang), Sunting Matua Palambaian, dll. Dahulu, berat sunting mencapai beberapa  kilogram sebab terbuat dari alumunium dan besi-besi, ada yang terbuat dari emas, dan harus ditancapkan satu persatu pada rambut mempelai wanita.  Memakai Sunting kerapkali juga salah satu yang ditakutkan calon pengantin perempuan Minang. Sunting yang beratnya bisa mencapai 3,5-5 kg (Jadi hampir sama dengan berat laptop model lama atau berat topi baja militer) dan mesti dikenakan di kepala selama pesta berlangsung umumnya sehari-semalam, membuat si calon pengantin perempuan yang disebut ‘anak daro’ was-was dan cemas akan tidak sanggup menjalankannya. Bayangkan kalau dipakai selama satu dua jam. wah, bisa berkeringat dan bikin anak daro meringis. Namun semakin modernnya fashion, Suntingpun ikut terkena imbasnya,  tapi tetap berkiblat pada budaya Minangkabau. Bahkan sekarang sunting tersedia yang tak berat dan nyaris seperti  menggunakan bando biasa saja, sehingga anak daro lebih santai dan bergerak leluasa tanpa keluhan sakit kepala.

Suntiang tidak terlepas dari perangkatan pakaian limpapeh Rumah nan Gadang di Minangkabau. Suntiang ini dipakai oleh anak gadis yang berpakaian adat maupun oleh pengantin wanita. Mengenai jenis dan nama suntiang ini berbagai ragam. Secara garis besar jenis suntiang ini adalah sbb :

  • Suntiang bungo pudieng (suntiang berbunga puding)
  • Suntiang pisang saparak (suntiang pisang sekebun)
  • Suntiang pisang saikek (suntiang pisang sesisir)
  • Suntiang kambang loyang (suntiang pisang sesisir)

 

Dari segi ikat (dandanan) dengan segala variasinya suntiang ini dapat pula dibedakan, suntiang ikat pesisir, suntiang ikat Kurai, suntiang ikat Solok Selayo, suntiang ikat Banuhampu Sungai Puar, suntiang ikat Lima Puluh Kota, suntiang ikat Sijunjung Koto Tujuh, suntiang ikat Batipuh X Koto, suntiang ikat Sungayang, dan Lintau Buo.

Namun jika wisatawan ingin mencoba menggunakan pakaian pernikahan adat minang ini bisa mengunjungi  Pusat Dokumentasi   & Informasi Kebudayaan Minangkabau ( PDIKM ) di kota Padang Panjang  dan Istana Raja Basa Pagaruyung di Batu Sangkar ,  di sana mereka juga menyewakan pakaian adat MinangKabau jika wisatawan ingin mencoba  menggunakan pakaian adat Minangkabau .

Nah jadi jika anda ingin berkunjung ke Sumatra Barat ini langsung saja hubungi kami . kita akan jelajahi Sumatra barat ini mulai dari alam , budaya , kuliner dan masih banyak lagi .

About the Author

Leave a Reply

*