Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang adalah bangunan bersejarah yang terletak di Nagari Belimbing (sekitar 13 km dari Batusangkar), Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebuah kampung yang bernama kampung Balimbing layaknya nama buah-buahan, dengan Suasana aman, tentram dan damai, serta menggambarkan sebuah kampung yang jauh dari keramaian hiruk pikuk kendaraan bermotor Kota Batusangkar dan masyarakatnya yang ramah menjadi ciri khas kampung tersebut. Apalagi dengan adanya berbagai rumah gadang dengan gaya arsitek yang bermacam-macam serta unik dan bangunan-bangunan masjid yang sudah diperbaiki menjadi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai religinya melengkapi keindahan Kampung Balimbing yang lumayan jauh dari Pusat Kota Batusangkar.

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang didirikan oleh Datuk Penghulu Basa dari Suku Kampai Nan Panjang lebih kurang 350 tahun yang lalu. Sebagian besar bangunan ini belum mengalami pembaruan baik dari segi struktur maupun bahan bangunan. Rumah Tuo Kampai Nan Panjang merupakan rumah tempat tinggal yang memiliki arsitektur bergaya khas Minang dengan atap yang bergonjong empat dan terbuat dari ijuk. Keseluruhan bangunan bagian luar terdiri dari kayu berwarna hitam. Hanya terdapat satu pintu masuk ke bagian dalam rumah dan tangganya tepat berada di tengah-tengah.

Bangunan ini terdiri dari tujuh bilik (kamar), yang masing-masing berukuran 1,5 x 3 meter persegi. Biasanya rumah gadang memiliki ruangan dalam jumlah yang ganjil, bisa 5, 7 ,9 dan seterusnya, tetapi pada umumnya jumlah ruang yang ada adalah sambilan ruang. Bentuknya persegi empat dan atapnya terbuat dari ijuk. Ruangan bagian tengah rumah gadang ini merupakan ruangan terbuka tanpa sekiat dan bilik. Pintu utamanya hanya satu dan terletak di bagian tengah. Dinding bagian luar dan dalam polos tidak ada ukiran. Ruangan dalam bagian belakang merupakan bilik-bilik yang berfungsi sebagai kamar tidur. Pintu bilik berukuran oval dengan diameter sangat kecil (30 cm) sehingga untuk masuk ke dalam bilik harus membungkuk. Tidak seperti rumah gadang pada umumnya, Rumah Tuo Kampai Nan Panjang dibangun tanpa menggunakan paku. Rumah ini tidak berplafon sehingga langsung terlihat tulang-tulang yang menyusun rangka atapnya, hanya di bagian ujung sebelah kiri yang ada bagian seperti loteng tempat penyimpanan. Lantainya rata dan tidak ada anjung di bagian ujung, dilapisi bilah bambu yang bersusun-susun. Sepanjang rumah bagian belakang yang menuju kamar terdapat bagian lantai yang lebih tinggi satu anak tangga membujur serta membentuk huruf “U” ke ujung kiri dan kanan. Rumah ini memang tidak ditempati lagi oleh Kaum Kampai Nan Panjang karena kaumnya sudah semakin banyak dan berkembang.

 

About the Author

Leave a Reply

*