Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Rumah Puisi Taufiq Ismail

Rumah Puisi Taufiq Ismail

Rumah Puisi Taufiq Ismail

Rumah Puisi Taufiq Ismail Berada di daerah dataran tinggi, kawasan bernama Kanagarian Aie Angek itu terletak di jalan raya Padang Panjang–Bukittinggi Km 6. Di tempat itulah Bapak Taufiq menempatkan warisan terpenting bagi kelangsungan sastra tanah air. Terdapat ribuan buku dan goresan karyanya yang tersusun rapi, Berada di antara dua gunung membuat lokasi Rumah Puisi memiliki nilai keindahan yang luar biasa. Sejauh mata memandang adalah sawah berjenjang dengan background Gunung Singgalang.

Rumah yang sekaligus seperti ruang pameran, menyimpan berbagai macam koleksi buku, selesai dibangun pada pertengahan tahun 2008 dan berfungsi sebagai pusat Kebudayaan, tempat pelatihan guru bahasa dan sastra serta menjadi sanggar tempat berlatih para siswa. Bangunan yang berada diatas lahan yang luas terletak di kaki Gunuang Singgalang dan Merapi, Nagari Aia Angek, Jl Raya Padang Panjang-Bukiktinggi km 6, Sumatera Barat.

Taufik Ismail seorang penyair kelahiran Bukittinggi memang dikenal sebagai sosok yang demikian sangat peduli pada perkembangan sastra di Indonesia, beliau prihatin terhadap kondisi pengajaran sastra di Indonesia dan mendedikasikan hidupnya untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Di Rumah Puisi terdapat puluhan rak buku dari kayu yang didatangkan langsung dari Jakarta. Di dalamnya sendiri terdapat lebih dari 8000 koleksi buku milik Pak Taufik Ismail. Ini merupakan setengah dari koleksi buku yang dimiliki oleh beliau. Setengahnya lagi tentu berada di rumah beliau di Jakarta. Sama seperti raknya, buku-buku ini juga diangkut dari Jakarta.

Tak hanya Museum Sastra, Rumah Puisi juga sering dijadikan tempat belajar anak-anak. Seperti santri Diniyyah Puteri sendiri sering mengunjungi dan belajar di Rumah Puisi ini. Beberapa karya santri juga terpanjang di sebuah sudut di ruang baca, yakni tabloid Dinteen, yang dikelola penerbitannya oleh santri Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dan Madrasan Aliyah (setingkat SMA) Diniyyah Puteri Padang Panjang. Di sudut lainnya terdapat meja kerja Pak Taufik Ismail. Meja yang menghadap ke Gunung Singgalang dan pemandangan hijau Pandai Sikek serta membelakangi Gunung Marapi ini diletakkan strategis sebagai tempat beliau menuangkan ide-idenya sehingga menghasilkan karya. Selain tempat belajar, di Rumah Puisi sering diadakan pertemuan guru, pelatihan menulis, bahkan seminar-seminar.

 

About the Author

Leave a Reply

*