Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Rangkiang

Rangkiang

Rangkiang

Rangkiang Rumah Gadang adalah lumbung padi atau tempat penyimpanan padi milik suatu kaum khas suku Minangkabau, yang pada umumnya dapat ditemui di halaman Rumah Gadang. Rangkiang berasal dari kata Ruang hinyang, yang kemudian mengalami perubahan bunyi menjadi Rangkiang. Padi di dalam Rangkiang bernaung dibawah pengawasan Mamak atau Tungganai dalam suatu kaum, sedangkan kekuasaan penuhnya dipegang oleh Bundo Kanduang. Ruangan ini memiliki pintu kecil yang terletak di bagian atas dari salah satu dinding singkok. Untuk naik  digunakan tangga yang terbuat dari bambu. Tangga ini dapat dipindahkan, bila tidak digunakan maka tangga ini akan disimpan di bawah kolong. Selain itu, Rangkiang juga memiliki beberapa jenis dengan fungsi dan bentuk yang berbeda, diantaranya : Sitinjau Lauik, digunakan untuk menyimpan padi yang akan digunakan untuk keperluan-keperluan rumah tangga. Bentuknya yang juga disebut dengan Kapuak Adat Jo Pusako ini lebih langsing dibandingkan dengan yang lain, berdiri di atas empat tiang dan terletak di tengah di antara yang lain.

Sibayau bayau disebut juga Kapuak Salang Tenggang, padi yang disimpan dalam Sibayau bayau ini digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari anggota keluarga Rumah Gadang. Sibayau bayau  letaknya di ujung kanan ini berdiri di atas enam tiang, dengan bentuknya yang lebih besar dari yang lain. Selain itu, Sibayau bayau juga digunakan untuk keperluan-keperluan upacara adat, misal upacara pengangkatan penghulu, upacara pernikahan, aqiqah, sunat rasul dan lain sebagainya yang diselenggarakan dalam Rumah Gadang.

Sitangguang lapa atau Sitangka lapa, digunakan untuk menyimpan padi cadangan yang akan digunakan di musim paceklik. Bentuknya sama dengan  Sitinjau Lauik hanya saja Sitangguang lapa diletakkan di ujung kiri. ini juga disebut dengan Kapuak Gantuang Tungku.

Kaciak, digunakan untuk menyimpan Padi Abuan yang akan dijadikan benih atau bibit yang akan disawahkan. Pada umumnya, bentuk dari Rangkiang ini sama halnya dengan bentuk dari  Sitinjau Lauik, hanya saja bentuk atapnya yang terkadang tidak gonjong.

 

 

About the Author

Leave a Reply

*