Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Pelabuhan Muaro Padang

Pelabuhan Muaro Padang

Pelabuhan Muaro Padang

Pelabuhan Muaro Padang salah satu pelabuhan yang terdapat di Kota Padang, Sumatera Barat, Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang antarpulau terutama menuju ke atau dari kabupaten Kepulauan Mentawai, pulau Sikuai dan sekitarnya. Pelabuhan Muaro telah mulai digunakan sejak abad ke-17, seiring dengan kedatangan bangsa Belanda ke kota Padang, dari sehiliran aliran sungai yang bernama Batang Arau pada pelabuhan Muaro ini, sampai sekarang masih banyak dijumpai bangunan-bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda.

Pelabuhan Muaro Padang memiliki Sejarah mulai dari Zaman Penjajahan Belanda ,dimana dijadikan Pintu Gerbang untuk measuknya Kapal Kapal yang akan membawa Hasil Bumi dari Daerah Sumatera Barat. Daerah Sumatera Barat yang kaya akan Hasil Hutan dan Perkebunan membuat Belanda tertarik. Kegiatan di Pelabuhan Muara Padang yang sejak Zaman Belanda sampai sekarang tidak pernah berhenti walaupun dalam hal Volume Barang dan Volume Bobot Kapal ada penurunan dikarenakan  kendala  kedalaman di Pelabuhan. Dilintasi jalan raya, pelabuhan ini sangat cocok untuk jalan-jalan sambil menikmati pemandangan khas pelabuhan nelayan dengan perahu-perahu penangkap ikan.

Kawasan wisata Pelabuhan Muaro Padang yang terintegrasi dengan kawasan kota tua, dan kawasan wisata Gunung Padang, di kawasan Pelabuhan Muara Padang masih banyak spot yang menyimpan eksotisme pesona alam di sepanjang Pelabuhan Muara Padang. Sisi eksotis itu bisa di dapat dari kawasan perbukitan yang membentang disisi Pelabuhan Muara menghadap ke Kota Padang.
Perpaduan lukisan alam sungai, perkampungan, kawasan kota tua, pelabuhan muara, pantai padang dan samudera hindia dan kota padang dari kejauhan membuat mata enggan berkedip. Jika suatu kali anda berkunjung kawasan kota tua dan pelabuhan Muara Padang dan kawasan wisata Gunung Padang, pesona alam yang eksotis itu bisa anda dapatkan dari pinggang perbukitan yang berada disisi Batang Arau.
About the Author

Leave a Reply

*