Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Pasar Ikan Lama

Pasar ikan lama atau biasa di sebut oleh masyarakat medan pajak ikan, bukanlah sentra penjualan ikan. Pasar yang di bangun pada jaman kolonial belanda ini populer sebagai sentra grosir kebaya, jilbab, mukena, sajadah, karpet, batik, busana tradisional, hingga barang-barang yang berasal dari tanah suci mekah tersedia disini, mulai dari kurma hingga air zam-zam.

Pasar Ikan LamaPengunjung yang datang ke pasar ikan lama ini tidak hanya dari kota medan, tetapi dari provinsi NAD (nanggroe aceh darussalam) mereka berbelanja untuk berbagai kebutuhan ibadah dan busana yang sedang tren pada saat ini. Bahkan wisatawan dari malaysia, singapore dan brunai darussalam banyak yang menjadi pelanggan tetap di pasar ikan lama ini, tak heran pasar ikan lama juga menjadi salah satu ikon kota medan.

Pasar yang menjadi pusat jual beli tekstil di medan ini setiap harinya pasti ramai di kunjungi. Mereka kebanyakan membeli untuk di jual kembali di daerah masing-masing, karena harga di sini jauh lebih murah di banding tempat lainya yang ada di kota medan.

Pada awalnya pasar ikan ini di buka pada tahun 1890, pada waktu itu pasar ini memang di tujukan untuk tempat penjualan ikan, pada waktu itu di angkut menggunakan kapal tongkang dari belawan melalui sungai deli. Selain ikan pasar ikan ini dulunya juga banyak terdapat pedagang yang berjualan daging dan sayur mayur.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1933 peta perniagaan di pasar ikan ini mulai berubah, saat itu pemerintah belanda mulai membangun pasar yang lebih besar dan modern, pasar itulah sekarang yang disebut pusat pasar. Sementara itu, sungai deli mulai tak bisa di layari lagi, sehingga hasil laut di bawa menggunakan jasa angkutan darat. Setelah pembangunan pusat pasar selesai, para pedagang dari pasar ikan lama pun mulai berangsur angsur pindah ke sana dan pusat pasar mulai menjadi pusat perdagangan.

Produk dagangan di pasar ikan lama pun mulai berubah, dari yang menawarkan ikan, menjadi pusat penjualan tekstil hingga berbagai cinderamata. Pedagang di tempat ini terdiri dari berbagai etnik, mulai dari minang, mandailing, aceh, keturunan arab, india dan tionghoa .

Menjelang puasa dan lebaran, pasar ini di kunjungi 3x lipat pengunjung pada hari biasa, sehingga pasar ini akan sangat padat pada hari tersebut. Di tengah berkembangnya jaman, pasar ikan lama tetap bertahan hingga saat ini, walaupun banyak peritel besar bermunculan di pusat kota medan, bahkan bisnis tekstil di pasar ikan kini makin berkembang.

Nah disini kami akan membawa anda berkunjung ke tempat ini , kalian pasti akan bingung untuk membeli apa karena begitu banyak tekstil yang di jual di sini . Dijamin anda tidak akan bosan karena kepuasan anda adalah tujuan utama kami .

Ayo segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut ……

About the Author

Leave a Reply

*