Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Masjid Raya Syekh Burhanuddin

Masjid Raya Syekh Burhanuddin

Masjid Raya Syekh Burhanuddin

Masjid Raya Syekh Burhanuddin salah satu masjid sekaligus cagar budaya di Sumatera Barat. terletak di Nagari Ulakan, kecamatan Ulakan Tapakis, kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masjid ini dibangun oleh Burhanuddin Ulakan pada tahun 1670, sehingga menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia. Saat mulai dibangun, bentuk bangunan masjid ini sangat sederhana dengan ukuran 15 x 15 meter dan dibuat dari bahan kayu. Masjid ini dipugar untuk pertama kalinya pada tahun 1760, sebab kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Masjid ini hancur akibat gempa bumi yang melanda Sumatera Barat pada tahun 2009. Kemudian dibangun kembali, dan selesai pada tahun 2011. 

Masjid Raya Syekh Burhanuddin saat ini berdiri di sebidang tanah seluas 55 x 70 meter persegi. Bangunan masjid yang mampu menampung sekitar 3.000 jamaah ini, berbentuk persegi berukuran 40 x 40 meter dengan ukuran teras 3 x 40 meter. Masjid ini memiliki 2 menara pada sisi kiri dan kanan. Selain didesain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga disiapakan sebagai tempat evakuasi bila terjadi tsunami.

Masjid Syekh Burhanuddin berdenah persegi dan memiliki dua pintu masuk di halaman sebelah timur. Bentuk atapnya tumpang tiga dari bahan seng dan memiliki lima buah kubah. Satu kubah terletak di atas atap tumpang tiga, dua buah kubah terletak di menara, satu buah di atas serambi, dan satu buah lagi di atas mihrab.  Pada tahun 1976 pernah dilakukan pemugaran atap masjid, tetapi tetap mempertahankan bentuk aslinya. Untuk memasuki bangunan masjid, terdapat dua pintu utama yang terletak di kanan dan kiri serambi.

Masjid memiliki dua buah menara di sisi utara dan selatan masjid. Menara berbentuk segi delapan terbuat dari beton, berdiri di atas tapak segi enam. Atap menara masjid ini disangga oleh delapan pilar. Di bagian utara dan selatan ruang utama juga terdapat teras yang disekat menjadi kamar. Bagian utara berfungsi sebagai kamar guru sedangkan di bagian selatan berfungsi sebagai kamar garin atau penjaga masjid. Di luar sisi teras dihiasi dengan 30 pilar yang dihubungkan dengan lengkungan setengah lingkaran pada bagian atasnya.

 

About the Author

Leave a Reply

*