Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Masjid Jamik Parabek

Masjid Jamik Parabek

Masjid Jamik Parabek

Masjid Jamik Parabek terletak di Jorong Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di depan masjid ini ada makam Syekh Ibrahim Musa, pendiri masjid ini dan pendiri Sumatera Thawalib di Parabek, Masjid ini dibangun atas prakarsa dari Syekh Ibrahim Musa atau dikenal dengan Inyiak Parabek sekembalinya dari Mekkah pada tahun 1908. Pada tahun 1926 masjid ini mengalami perbaikan untuk pertama kalinya. Namun, ketika masih dalam pengerjaan, terjadi gempa bumi sehingga mengakibatkan perbaikan terhenti sementara waktu. Atas swadaya masyarakat setempat, pada tahun 1933 pengerjaan perbaikan kembali dilanjutkan dan dapat diselesaikan pada tahun 1935.

Masjid Jamik Parabek berukuran 50 x 50 m ini sampai sekarang berdiri kokoh dengan arsitektur khusus. Dalam pembangunan masjid ini Presiden Soekarno turut bertindak sebagai engineer. Soekarno memuji coran beton sejumlah tiang di masjid ini yang dibangun tanpa besi. Pengakuan Soekarno itu selaku engeneer memang terbukti. Sejak selesai dibangun pada tahun 1933 sampai sekarang memang tiang-tiang itu tercatat tidak pernah retak walaupun beberapa kali gempa besar melanda Sumatera Barat. Tiang-tiang itu berupa beton berukir, yang bertulisan ayat-ayat Al-Quran di sekelingngnya. Pada tahun 2002, dilakukan perbaikan kecil dan pengecatan di sekitar masjid ini.

Bagi Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Pihak Yayasan Syekh Ibrahim Musa menargetkan angka 1500 santri pada tahun 2020. Akan tetapi, hanya dengan waktu 2 tahun, jumlah santri meningkat lebih kurang 30% dari 600-an santri menjadi 900-an. Salah satu dampak yang paling kentara dari Masjid Jami’ Parabek selalu tampak penuh oleh santri. Setiap shalat berjama’ah. Santri asrama yang menjalani shalat berjama’ah lima waktu sehari semalam di Masjid Jami’ Parabek selalu memenuhi seluruh shaf mesjid. Jika pada tahun sebelumnya santri asrama putera maupun puteri masih menyisakan dua hingga tiga shaf, maka pada saat sekarang ini, seluruh shaf benar-benar terpakai.

About the Author

Leave a Reply

*