Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Lubang Jepang Bukittinggi

 

Lubang Jepang Bukittinggi

Lubang Jepang Bukittinggi

Lubang Jepang Bukittinggi (juga dieja Lobang Jepang) adalah salah satu objek wisata sejarah yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan.

Sebelumnya, Lubang Jepang dibangun sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan peralatan perang tentara Jepang, dengan panjang terowongan yang mencapai 1400 m dan berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar 2 meter. Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata. Selain lokasinya yang strategis di kota yang dahulunya merupakan pusat pemerintahan Sumatera Tengah, tanah yang menjadi dinding terowongan ini merupakan jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh. Bahkan gempa yang mengguncang Sumatera Barat tahun 2009 lalu tidak banyak merusak struktur terowongan. Lubang Jepang mulai dikelola menjadi objek wisata sejarah pada tahun 1984, oleh pemerintah kota Bukittinggi. Beberapa pintu masuk ke Lubang Jepang ini diantaranya terletak pada kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi.

Sejarah terbentuknya Goa Jepang ini tentu bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita karena tentunya dulu sewaktu sekolah kita pernah mempelajari tentang sejarahnya. Keberadaan Goa Jepang ini memang sebagai salah satu bukti dan saksi perjuangan para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan dan mempertahankan Indonesia. Keberadaan Goa Jepang di Bukittinggi juga bukanlah suatu kebetulan. Letaknya yang strategis di tengah Pulau Sumatra, membuat Kota ini sempat menjadi Pusat Komando Pertahanan Tentara Jepang di Sumatera (Seiko Sikikan Kakka). Pasukan Jepang saat itu di bawah pimpinan Jenderal Watanabe.

Selain untuk kubu pertahanan, Goa Jepang di Kota Bukittinggi ini juga berfungsi untuk ruang dapur, ruang makan, tempat penyimpan amunisi, barak,  rumah sakit, ruang sidang, dengan total 27 ruangan kompleks lengkap. Bahkan, denah pun tertera di dinding pintu masuk. Tahanan penduduk Indonesia dipaksa dengan kejam mengerjakan penggalian Goa ini. Bahkan, tidak sedikit yang gugur akibat siksaan kerja paksa dalam pembuatan Goa Jepang ini.

About the Author

Leave a Reply

*