Search
Reservasi & Bantuan +62 811 6602 898 - +62 812 6602 898

Gunung Sinabung

IMG_9197

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung – Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu.

Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini, dari kejauhan tampak Sinabung yang menyisakan bekas letusannya, foto diambil dari Taman Gundaling Berastagi, Sumatra Utara.

Gunung Sinabung merupakan salah satu Gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.  Sejak dinyatakan menjadi gunung aktif pada 29 Agustus 2010, Gunung ini terus meletus dan menyebabkan kerugian baik korban jiwa maupun material. Berbagai usahapun dilakukan Pemerintah untuk meminimaisis korban bencana alam ini. Berikut kronologi Meletusnya Gunung Sinabung dari 2010 hingga 2016 :
27 Agustus 2010
Gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis.
29 Agustus 2010
Dini hari sekitar pukul 00.15 WIB gunung Sinabung mengeluarkan lava. Status gunung ini dinaikkan menjadi Awas. Dua belas ribu warga disekitarnya dievakuasi dan ditampung di 8 lokasi.  Abu Gunung Sinabung cenderung meluncur dari arah barat daya menuju timur laut. Sebagian Kota Medan juga terselimuti abu dari Gunung Sinabung.
Bandar Udara Polonia di Kota Medan dilaporkan tidak mengalami gangguan perjalanan udara. Satu orang dilaporkan meninggal dunia karena gangguan pernapasan ketika mengungsi dari rumahnya.
3 September 2010
Terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer. Letuasn kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini.
7 September 2010
Gunung Sinabung kembali metelus. Ini merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.
18 September 2013
Gunung Sinabung  terjadi 4 kali letusan
17 September 2013
Terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari. Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman.
Akibat peristiwa ini, status Gunung Sinabung dinaikkan ke level 3 menjadi Siaga. Setelah aktivitas cukup tinggi selama beberapa hari, pada tanggal 29 September 2013 status diturunkan menjadi level 2, Waspada. Namun demikian, aktivitas tidak berhenti dan kondisinya fluktuatif.
3 November 2013
Pukul 03.00 status Gunung Sinanbung dinaikkan kembali menjadi Siaga. Pengungsian penduduk di desa-desa sekitar berjarak 5 km dilakukan.
Letusan-letusan terjadi berkali-kali setelah itu, disertai luncuran awan panas sampai 1,5 km.
20 November 2013
Terjadi enam kali letusan
23 November 2013
Erupsi terjadi lagi empat kali semenjak sore, dilanjutkan pada hari berikutnya, sebanyak lima kali.[18] Terbentuk kolom abu setinggi 8000 m di atas puncak gunung. Akibat rangkaian letusan ini, Kota Medan yang berjarak 80 km di sebelah timur terkena hujan abu vulkanik.
24 November 2013
Pukul 10.00 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi, level 4 (Awas). Penduduk dari 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan. Status level 4 (Awas) ini terus bertahan hingga memasuki tahun 2014. Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai 3 Januari 2014.
Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya. Hal ini memaksa tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang.
Setelah kondisi ini bertahan terus, pada minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat dipulangkan. Namun demikian, sehari kemudian 14 orang ditemukan tewas dan 3 orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung  yang berada dalam zona bahaya I.
3 Januari 2015
Sekitar pukul 08.30 WIB. Sinabung meletus dengan tinggi kolom mencapai 3 kilometer yang disertai awan panas 4 kilometer ke selatan.
6 Maret 2015
Erupsi besar kembali terjadi meruntuhkan kubah lava yang terbentuk pada 19 Februari. Sedikitnya 1,5 juta meter kubik material vulkanik dilontarkan sehingga menyebabkan hujan abu hingga radius 10 kilometer dan guguran awan panas sejauh 4,7 kilometer.
4 April 2015
Gunung Sinabung kembali mengeluarkan awan panas dan debu vulkanik sekitar pukul 20.00 8 Desa terkena abu vulkanik
4 Agustus 2015
 
Terjadi guguran lava pijar sejauh 700 hingga 1.500 meter ke arah Tenggara-Timur
15 September 2015
Dini hari Erupsi terjadi sebanyak tiga kali. Guguran awan panas hingga 4000 meter
26 Februari 2016
Gunung Sinabung  menyemburkan abu vulkanik dan lava pijar sejauh 500 meter. Ratusan warga di kaki Gunung Sinabung mengungsi ke tempat pengungsian di kawasan Kota Brastagi.
11 Mei 2016
Hujan deras yang mengguyur Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (9/5), membuat material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung terbawa aliran sungai dan meluap ke permukiman. Hal itu menyebabkan 1 anak tewas, 1 anak hilang, 3 orang terluka, dan 3 rumah rusak berat karena diterjang lahar dingin.
21 Mei 2016
Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada pukul 16.48 WIB. Enam orang meninggal dunia dan tiga orang kritis karena luka bakar akibat awan panas.
About the Author

Leave a Reply

*